Kamis, 10 Maret 2011

Teknik Dasar Arung Jeram II (RESCUE)

http://www.mendutrafting2010.com/

Ketika anda berolahraga atau pun beraktifitas di alam bebas tentunya akan ada resikonya, bahkan maut pun bisa menjadi resikonya atau luka-luka. Namun ketika kita tau resikonya kita juga harus tau bagaiman meminimalisir ataupun menghindarinya. "Ya ga usah ngejalanin olah raga yang berbahaya...", hohoho....tentu itu bukan solusi cantik. Kuncinya adalah tetap berani, yakin, selalu waspada dan safety procedure dijalankan.
Arung jeram, seperti yang kita tahu olah raga ini dilakukan di sungai yang berarus deras da berjeram tentunya. Arung Jeram pun termasuk olah raga yang memiliki resiko tinggi, namun dengan pengetahuan dan kesiapan yang matang olah raga arung jeram bisa menjadi sangat menyenangkan dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, tingkatan usia dan jenis kelamin. Maka tak heran jika arung jeram bisa menjadi wisata komersial. Tentunya bagi para penyedia jasa arung jeram komersial harus mumpuni atau menguasai teknik arung jeram yang aman dan nyaman, untuk meminimalisir resiko kecelakaan di saat arung jeram. Salah satu untuk meminimalisir resiko di arung jeram adalah kita harus tau teknik rescue (penyelamatan) baik penyelamatan untuk orang lain, penyelamatan terhadap alat atau penyelamatan terhadap diri sendiri (self rescue). Selain itu juga perlu tau beberapa alat yang bisa dipergunakan untuk melakukan penyelamatan.
A. Penyelamatan Diri Sendiri (Self Rescue)
Ketika anda berarung jeram resiko yang biasa terjadi adalah terjatuh dari perahu dan tentunya memaksa anda harus berenang di jeram. Karena jeram adalah salah satu bagian sungai yang berarus deras dan berbatu maka dibutuhkan teknik khusus untuk berenang di jeram atau sering kita kenal dengan teknik renang jeram. Pertama anda tidak boleh panik saat terjatuh. Berenang di jeram beda dengan berenang di arus tenang atau kolam renang. renang jeram dilakukan dengan gaya punggung dengan pandangan menhadap ke hilir. Posisi kaki diangkat ke depan dan digerakkan seperti mengayuh sepeda. Posisi ini dilakukan untuk menghindari benturan dengan batu. Dengan posisi seperti ini jika ada batu didepan kita, maka kaki bisa menjadi tolakan untuk menhindar dari benturan ke batu. Jangan sekali-sekali ketika anda jatuh di jeram mencoba untuk menurunkan kaki anda untuk mencoba mencari dasar sungai karena bisa berakibat fatal. Seperti patah tulang karena kaki terbentur batu, luka atau yang lebih berbahaya lagi "foot entrapment" yaitu kondisi kaki terjebak di celah tumpukan batu dasar sungai.

Posisi renang jeram (Latgab Lanjut FAJY 2010)
B. Penyelamatan Terhadap Orang Lain (anggota awak prahu)
Jika rekan anda dalam satu prahu mengalami trouble seperti jatuh di jeram, hal yang pertama anda lakukan janganlah anda ikut panik melihat rekan anda jatuh. Cukup anda amati bagaimana kondisi rekan anda yang jatuh dan amati juga kondisi jeramnya. Jika rekan anda mampu mengontrol diri ketika berada di jeram, anda tidak perlu tergesa-gesa untuk menolongnya. Pastikan kondisi prahu stabil dan tidak berada pada posisi yang mebahayakan. Semisal karakteristik jeramnya bnyak bebatuan, arus pusar yang cukup besar atau ombak yang tinggi. Jika kondisi jeram demikian dan anda tergesa - gesa ingin mnyelamatkan rekan anda, bisa jadi anda akan membahayakan diri sendiri bahakan seluruh awak prahu. Namun jika kondisi jeram tidak begitu sulit untuk dilalui dan kondisi prahu stabil silahaka slamatkan rekan anda.

Cara menyelamatkannya pun tidak bisa sembarangan. Ketika jarak anatara korban dangan anda kurang dekat atau sekitar 2 meter, anda bisa mendekatinya dengan prahu atau julurkan dayung anda kearah korban. Bagian dayung yang di julurkan bukan pada "blade" melainkan bagian yang biasa kita pegang atau "T Grip". Setelah korban sudah dekat atau menyentuh dinding prahu angkatlah bagian bahu pelampung korban. Jangan mengangkat/memegang bagian tubuh korban seperti kaki atau tangan, krena bisa menciderai korban dan kurang efektif untuk mengangkat. Tidak perlu khwatir ketika berat korban lebih berat dari anda. Manfaatkan daya apung pelampung dengan cara dorong ke bawah (masukkan ke air lebih dalam) si korban, maka daya apung pelampung akan memberikan daya dorong yang berlawanan ke atas dan saat itulah manfaatkan daya apung plampung untuk mengangkat korban. Jika korban sudah berada diatas prahu silahkan lanjutkan perjalanan kembali.

Latgab FAJY (Sungai Elo Magelang)
Ketika kita membaca ulasan diatas, teknik penyelamatan di arung jeram terkesan individualis. Namun perlu anda ketahui bahwasannya ketika akan menyelamatka orang lain pastikan diri anda dalam kondisi aman agar tidak menambah korban. Ada prinsip RESCUE yang biasa dipegang para penggiat arung jeram profesional. Kika anda menjadi korban berfikirlah "Dia (rescuer) belum tentu bisa menyelamatkan saya (korban), maka saya harus berusaha menyelamatkan diri saya." Dan jika anda menjadi penolong/RESCUE "Dia (korban) belum tentu bisa menyelamatkan dirinya tanpa bantuan saya, maka saya harus berusaha menolongnya" Jika 2 prinsip itu dipegang para penggiat arung jeram maka akan meminimalisir keadaan terburuk korban. 
So...konsentrasi, tenang dan sigap adalah kunci keberhasilan penyelamatan. 

Anda sedang membaca artikel Teknik Dasar Arung Jeram II (RESCUE) dan artikel ini url permalinknya adalah http://mendutrafting2010.blogspot.com/2011/03/teknik-dasar-arung-jeram-ii-rescue.html
Semoga artikel Teknik Dasar Arung Jeram II (RESCUE) ini bisa bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar